Sistem Tulisan Jepang: Hiragana, Katakana, dan Kanji

Tidak seperti bahasa pada umumnya, Bahasa Jepang menggunakan lebih dari satu sistem tulisan (aksara) berbeda, yaitu hiragana, katakana, dan kanji. Pada beberapa kasus digunakan juga romaji, yaitu sistem tulisan yang menggunakan Alfabet Latin untuk memudahkan mereka yang sedang belajar Bahasa Jepang. Tidak ada satupun dari ketiga aksara diatas yang mirip dengan Bahasa Indonesia. Maksudnya, bukan hanya dari segi bentuknya tapi juga tipe aksaranya. Hiragana dan katakana adalah aksara yang mewakili sukukata (silabis). Sedangkan kanji mewakili kata/makna(logografis). Jadi jangan heran kalau jumlah huruf kanji ada ribuan.

Salah satu hal yang memudahkan kita dalam belajar Bahasa Jepang adalah pengucapannya yang (hampir) sama seperti Bahasa Indonesia. Misalnya huruf あ (a) yang penyebutannya sama, yaitu a pada ayam. Begitu juga dengan huruf lainnya. Lalu, huruf-huruf apa saja yang terdapat di hiragana dan katakana? Ok, kita mulai dari hiragana:


1. Hiragana

Hiragana (Ditulis dalam hiragana: ひらがな) kanjinya adalah 平仮名. Sebelum abad ke-10 aksara ini dikenal sebagai onna de (女手) atau ‘tulisan wanita’ karena pada masa itu biasa digunakan oleh kaum wanita, sedangkan kaum pria menggunakan kanji dan katakana.

A. Kegunaan

1. Menulis akhiran kata (okurigana, 送り仮名)

Okurigana adalah satu atau beberapa huruf hiragana yang terdapat di belakang akar kanji. Okurigana digunakan untuk menunjukkan bacaan dan makna dari suatu kanji, mengingat satu huruf kanji dapat memiliki banyak arti. Contoh:

見る (miru = melihat) menjadi 見た (mita = telah melihat),
dimana 見 adalah akar kanji, sedangkan る dan た adalah okurigana.

2. Menjelaskan bacaan kanji (furigana)

Seperti yang telah disebutkan bahwa satu kanji dapat memiliki banyak arti, maka dibutuhkan hiragana untuk menjelaskan pelafalannya. Misalnya digunakan dalam peta untuk membantu pelafalan nama-nama tempat yang tidak umum.

Contoh furigana. Hiragana (baris atas) yang menjelaskan cara baca kanji (bawah)

3. Untuk menulis kosa kata yang memang tidak memiliki kanji

Contoh: あなた (anata = kamu)

B. Tabel Hiragana

A I U E O
K
S
T
N
H
M
Y
R
W
ん (n)

 

Huruf wi (ゐ) dan we (ゑ) sudah sangat jarang digunakan.
Ada sedikit perbedaan penyebutan, yaitu:

  • Huruf し dibaca ‘shi’, bukan ‘si’
  • Huruf ち dibaca ‘chi’, bukan ‘ti’
  • Huruf つ dibaca ‘tsu’, bukan ‘tu’
  • Huruf ふ dibaca ‘fu’, bukan ‘hu’

Ini juga berlaku untuk katakana

Terdapat juga huruf-huruf lainnya yang merupakan pengembangan dari 48 huruf diatas. Pengembangan ini berupa penambahan tanda petik ganda (“), titik (.), dan penggabungan dengan huruf lain. Berikut ini adalah bentuk lanjutan hiragana:

C. Digraf

 

ya yu yo
K きゃ きゅ きょ
S しゃ しゅ しょ
T ちゃ ちゅ ちょ
N にゃ にゅ にょ
H ひゃ ひゅ ひょ
M みゃ みゅ みょ
Y
R りゃ りゅ りょ
W

 

Digraf adalah penggabungan dua huruf. Prosesnya adalah menggabungkan huruf-huruf yang berakhiran i dengan ya, yu, atau yo. Bisa dilihat pada tabel diatas, huruf-huruf yang digunakan adalah huruf ki (き), shi (し), chi (ち), ni (に), hi (ひ), mi (み), dan ri (り). Perlu diperhatikan bahwa penulisan huruf kedua harus lebih kecil dari huruf pertama. Contohnya pada huruf kya harus ditulis きゃ. Jika ukuran hurufnya sama besar, maka akan dibaca sebagai kiya (きや).

D. Diakritik

 

A I U E O
G
Z
D
B
P

 

Diakritik adalah huruf yang ditambahkan dengan tanda petik ganda (“) atau titik(.). Misalnya huruf ka (か) jika diikuti oleh petik ganda akan menjadi ga (が). Begitu juga dengan sa (さ), ta (た), dan ha (は). Khusus untuk ha, terdapat perubahan lainnya, selain ba (ば), jika ditambah dengan titik akan menjadi pa (ぱ).

E. Digraf dan Diakritik

ya yu yo
G ぎゃ ぎゅ ぎょ
Z じゃ じゅ じょ
D ぢゃ ぢゅ ぢょ
B びゃ びゅ びょ
P ぴゃ ぴゅ ぴょ

 


2. Katakana

A. Kegunaan

1. Kata-kata yang menirukan suatu bunyi.

2. Digunakan ketika menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing,

Termasuk nama tempat dan nama orang. Misalnya Disneyland yang diserap ke Bahasa Jepang menjadi ディズニーランド (Dizuniirando). Kenapa dizuniirando? Karena dalam Bahasa Jepang terkadang tidak terdapat huruf untuk bunyi-bunyi tertentu. Oleh karena itu kata-kata asing akan disesuaikan terlebih dahulu menurut pelafalan Bahasa Jepang.

B. Tabel Katakana

 

A I U E O
K
S
T
N
H
M
Y
R
W
ン (n)

 

Tidak hanya hiragana, katakana juga memiliki bentuk digraf, diakritik, dan penggabungan keduanya. Antara katakana dan hiragana juga memiliki pelafalan yang sama. Untuk bentuk lanjutan katakana:

C. Digraf

 

ya yu yo
K キャ キュ キョ
S シャ シュ ショ
T チャ チュ チョ
N ニャ ニュ ニョ
H ヒャ ヒュ ヒョ
M ヒャ ヒュ ヒョ
Y
R リャ リュ リョ
W

 

Seperti yang telah dijelaskan di bagian digraf hiragana, digraf adalah penggabungan dua huruf. Prosesnya adalah menggabungkan huruf-huruf yang berakhiran i dengan ya, yu, atau yo.

D. Diakritik

 

A I U E O
G
Z
D
B
P

 

E. Digraf dan Diakritik

 

ya yu yo
G ギャ ギュ ギョ
Z ジャ ジュ ジョ
D ヂャ ヂュ ヂョ
B ビャ ビュ ビョ
P ピャ ピュ ピョ

3. Kanji

 

Setidaknya ada 1900-an kanji yang wajib dipelajari. Banyak? Gak juga sih. Tenang aja, belajar kanji tidak sesulit seperti yang terlihat. Mudah kok. Salah satu alasannya karena adanya persamaan bentuk dasar antar satu kanji dengan kanji lainnya yang memiliki arti yang mirip/saling berhubungan.


Tinggalkan Balasan