Bagaimana Cara Menggunakan Breadboard / Project Board?

Image source: pjrc.com

Jenis breadboard yang paling umum. (Image source: pjrc.com)

Breadboard atau kadang disebut juga project board merupakan media yang digunakan untuk membuat rangkaian elektronik sementara (sebagai prototype / purwarupa) dan tanpa menyolder sehingga komponen-komponen elektronika yang digunakan tidak akan rusak dan dapat digunakan kembali. Kenapa disebut breadboard? Mungkin karena bentuk fisiknya mirip dengan telenan yang digunakan khusus untuk alas memotong roti:

Image source: SparkFun

Selain itu pada awalnya, tidak sedikit orang yang mengembangkan purwarupa proyek elektronika mereka dengan memanfaatkan bread board. Literally.

 

See? Told you. Literally. (Image source: SparkFun)


Bagaimana cara menggunakannya?

Ada banyak port / slot yang tersedia di breadboard. Port-port inilah tempat untuk mencolokkan komponen elektronika sehingga tersambung antara satu dengan yang lainnya. Di beberapa bagian, tiap port tidak benar-benar terpisah dengan port lainnya, melainkan saling terhubung dengan port lainnya. Ada yang terhubung secara vertikal dan ada pula horizontal. Berikut ini gambar yang menjelaskan keterhubungan tiap port:

 

Image source: tweaking4all.com

Image source: tweaking4all.com

Terminal Strip

Terminal strip adalah kumpulan port yang terhubung secara vertikal. Tiap satu kolomnya terdiri dari 10 port dan terbagi dua yang dipisahkan oleh suatu celah. Celah ini membagi breadboard menjadi dua bagian dan perlu diperhatikan walaupun masih di kolom yang sama, port yang berada di bagian berbeda tidak terhubung dengan port di bagian satunya.

Terminal strip inilah tempat dimana proyek elektronika dirakit. Sambungan dari breadboard ke komponen elektronika dapat menggunakan jumper (kabel penghubung) atau melalui pin yang ada di komponen tersebut.

Power Rails

Ini adalah port yang terhubung secara horizontal dan biasa digunakan untuk mengaliri arus listrik. Ada dua pasang baris (atas dan bawah) yang tiap pasangnya dialiri oleh arus positif dan negatif (ground). Jika suatu kolom membutuhkan aliran listrik, maka yang dilakukan yaitu cukup sambungkan saja salah satu port yang dialiri arus positif pada power rails ke port terminal strip. Lalu untuk aliran ground-nya, sambungkan saja ke arus negatif pada power rails.

 

Contoh sederhana menggunakan baterai dan lampu LED (gambar skema di atas). Urutan arusnya sebagai berikut:

  1. Arus listrik akan mengalir dari kutub positif baterai ke baris positif pada power rails menggunakan jumper.
  2. Terdapat jumper yang menghubungkan ke salah satu kolom terminal strips. Salah satu port-nya dihubungkan ke resistor 220 Ω.
  3. Ujung resistor lainnya terhubung ke kolom lainnya yang pada akhirnya tersambung ke anode LED.
  4. Katode LED dihubungkan ke kolom lainnya dan selanjutnya dihubungkan ke baris negatif (ground) pada power rails.
  5. Arus kembali ke baterai.

Menyediakan sumber daya ke breadboard

Ada banyak cara untuk mengalirkan listrik ke breadboard, salah satunya seperti cara sederhana di atas. Terdapat juga board yang dikhususkan untuk menyediakan sumber daya ke bradboard, contohnya yaitu MB102 Breadboard Power Supply. Sedikit catatan saja, tidak ada aturan baku mengenai cara menggunakan breadboard. Misalnya menentukan baris yang digunakan untuk mengalirkan arus positif.


Tinggalkan Balasan