Tata Bahasa Jepang: Menyatakan “A adalah B” dan Fungsi Partikel Wa (は) [Bagian 2]

Posting ini adalah lanjutan dari bagian pertama. Bahasa Jepang memiliki dua tenses, yaitu lampau dan non-lampau. Tenang, cuma dua kok. Kita sudah mempelajari yang non-lampau di bagian pertama. Sekarang mari kita membahas yang kondisi lampau.

Oh ya, bagi yang belum membaca bagian pertama, silahkan baca dahulu posting tersebut. Karena disana saya menjelaskan mengenai penjelasan dasarnya, sedangkan disini saya hanya akan membahas pola kalimatnya saja.


Kalimat Positif

A wa B deshita (A は B でした)

 

Kalau diperhatikan, kalian cukup mengubah akhiran ‘su’ pada desu (bentuk non-lampau) menjadi ‘shita’ (deshita dibaca ‘desta’). Contohnya:

わたしはがくせいでした
Watashi wa gakusei deshita
Saya adalah seorang pelajar

Maknanya adalah bisa berupa si pembicara menceritakan tentang masa lalunya ketika ia masih menjadi seorang pelajar.


Kalimat Negatif

Lampau:
A は B ではありません でした
A wa B dewa arimasen deshita

Non-lampau:
A は B ではありません
A wa B dewa arimasen


Kalimat Tanya

Lampau:
A は B でした か
A wa B deshita ka

Non-lampau:
A は B です か
A wa B desu ka


Kalimat Tanya Negatif

Lampau:
A は B ではありません でした か
A wa B dewa arimasen deshita ka

Non-lampau:
A は B ではありませんか
A wa B dewa arimasen ka


Tinggalkan Balasan