Apakah Radiasi HP Berbahaya Bagi Kesehatan?

 

Berikut ini 16 ponsel dengan radiasi tertinggi yang bersumber dari Forbes (1 Maret 2018) berdasarkan laporan dari BfS (Bundesamt für Strahlenschutz), kantor federal Jerman yang bertanggungjawab di bidang proteksi radiasi.

Sumber: forbes.com

Keterangan:
** Hanya di varian dual SIM

Perlu diperhatikan pula bahwa laporan tersebut hanya meneliti vendor Apple, Blackberry, Google, HTC, LG, Motorola, Nokia, OnePlus, Samsung, Sony, Xiaomi, dan ZTE hingga Desember 2017. Lalu yang terpenting, nilai SAR tersebut diuji dengan skenario ponsel dalam keadaan melakukan panggilan dan diletakkan di telinga, yang berarti radiasi yang ditimbulkan tergolong dalam keadaan tinggi.

Dapat dilihat bahwa Xiaomi Mi A1 dual SIM menjadi pemenang dalam hal radiasi tertinggi. Lalu pertanyaannya, apa itu radiasi? Apakah radiasi ponsel itu berbahaya? Apa itu SAR? Apakah nilai SAR 1,75 W/kg termasuk berbahaya? Kalau tidak, nilai yang bagaimana agar suatu radiasi dari ponsel disebut berbahaya? Apa standarnya?

 


SAR (Specific Absorption Rate)

Adalah ukuran yang menyatakan seberapa banyak energi dari radiasi gelombang radio yang diserap oleh tubuh. Ukuran ini juga dapat merujuk pada penyerapan bentuk energi lain, misalnya gelombang suara ultrasonik. SAR didefinisikan sebagai banyaknya daya yang diserap tiap massa tubuh, oleh karena itu SAR memiliki satuan watt per kilogram (W/kg). Semakin rendah nilai SAR maka semakin baik bagi tubuh.

Angka aktual SAR untuk suatu ponsel biasanya berada di bawah angka yang telah diujikan (seperti laporan BfS di atas). Hal ini terjadi karena ponsel dirancang untuk menggunakan daya seminimum mungkin saat menghubungi jaringan. Karena itu, semakin dekat dengan BTS, semakin besar kemungkinan bahwa nilai SAR sebenarnya lebih rendah. Dan sebaliknya, kondisi yang memliki nilai SAR tinggi adalah ketika ponsel dalam keadaan sulit untuk terhubung ke BTS, misalnya ketika berada di pesawat.

Ponsel merupakan pemancar sekaligus penerima gelombang radio. Perangkat ini dirancang untuk tidak melampaui batas hubungan ke gelombang radio yang direkomendasikan oleh pedoman internasional. Pedoman tersebut dikembangkan oleh organisasi ilmiah independen (ICNIRP) serta mencakup marjin keamanan penting yang dirancang untuk menjamin keselamatan semua orang, tanpa memperhitungkan usia dan kesehatan.

BfS merekomendasikan radiasi yang aman untuk tubuh maksimal senilai 2 W/kg. Namun, FCC, organisasi pemerintah Amerika Serikat menetapkan batas maksimum SAR untuk energi radiasi gelombang radio yang dipancarkan oleh perangkat seluler yaitu sebesar 1,6 W/kg. Angka ini ditetapkan lantaran efek panas dari radiasi ponsel. Namun angka ini belum mengukur potensi kerusakan tubuh lainnya seperti kanker atau kerusakan DNA.

Pemeriksaan nilai SAR menurut BfC maupun FCC dilakukan ketika ponsel dioperasikan di telinga saat menerima panggilan selama beberapa menit.

Walau belum ada ketentuan universal mengenai berapa jumlah radiasi yang bisa diterima tubuh, Jeffrey Shuren, Direktur Pusat Keamanan Perangkat dan Radiologi pada Federasi Administrasi Makanan dan Obat (FDA) Amerika Serikat berani menyebut bahwa radiasi ponsel yang ada saat ini masih dalam batas aman.

Hal ini didukung oleh studi dari salah satu divisi Institusi Kesehatan Nasional di Amerika Serikat dan sejumlah penelitian lainnya, seperti diungkap The Verge.

“Meski dengan penggunaan yang sering oleh orang dewasa, kami tidak melihat adanya peningkatan tumor, seperti tumor otak,” seperti tertulis dalam keterangan FDA.

Namun studi itu masih dilakukan menggunakan frekuensi 2G dan 3G. Belum ada studi lebih mutakhir mengenai potensi radiasi pada jaringan 4G dan 5G.

 


Apa Itu Radiasi?

Banyak orang yang mendefinisikan radiasi dengan cara yang mengerikan. Mengkaitkannya langsung dengan radiasi radioaktif dan semua yang berkaitan dengan nuklir. Sebenarnya, definisi radiasi sangat luas, yaitu energi yang bergerak melalui medium dalam bentuk partikel atau gelombang dan akhirnya diserap oleh benda lain. Ini berarti bahwa radiasi tidak hanya tentang nuklir, melainkan berupa:

  • Radiasi partikel (radiasi alpha, beta, dan neutron)
  • Radiasi akustik (berhubungan dengan gelombang seismik dan suara: infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik)
  • Radiasi gravitasional (berhubungan dengan gaya gravitasi)
  • Radiasi elektromagnetik (sinar X, cahaya, dan radio. Radiasi ponsel masuk dalam kategori ini)

 


Spektrum Elektromagnetik

Semua perangkat nirkabel seperti ponsel serta teknologi nirkabel lainnya (RFID, Wi-Fi, Bluetooth) memancarkan sinyal di rentang gelombang radio dan gelombang mikro. Beberapa di antaranya ada pula di rentang inframerah (contohnya remote TV). Baik radio, mikro, maupun inframerah, merupakan bagian dari spektrum elektromagnetik. Spektrum (rentetan kontinu) elektromagnetik adalah rentang dari radiasi elektromagnetik yang dibedakan berdasarkan frekuensi, panjang gelombang, dan energi fotonnya (partikel fundamental elektromagnetik).

Sumber: miniphysics.com

Secara umum, spektrum ini dibagi menjadi tujuh jenis yang jika diurutkan dari frekuensi tertinggi ke yang paling rendah: sinar gamma, sinar X, ultraviolet (UV), cahaya tampak (atau visible dalam istilah Bahasa Inggris), inframerah (IR), gelombang mikro, dan gelombang radio. Semakin besar frekuensi, maka semakin besar kemungkinan merusak sel-sel tubuh karena energi yang dipancarkan juga semakin besar.

Gelombang radio, mikro, dan inframerah merupakan gelombang yang paling sering dimanfaatkan perangkat nirkabel untuk mentrasmisikan data; Cahaya tampak merupakan rentang yang dapat dilihat oleh mata manusia. Sedikit perbedaan frekuensi akan menyebabkan warna yang berbeda pula; UV sebagian besar berasal dari Matahari. Tapi hanya 10 persen cahaya Matahari itu adalah UV, dan hanya sepertiga saja yang menembus atmosfer untuk mencapai Bumi; Sinar X lumrah digunakan dalam dunia kedokteran; Sedangkan sinar gamma secara alami tidak berasal dari bumi melainkan di lingkungan ekstrem seperti bintang neutron, ledakan supernova, pulsar, dan lubang hitam. Sinar gamma juga dapat dihasilkan dari ledakan nuklir.

Tiga jenis terakhir cendrung berbahaya bagi tubuh. Gamma, sinar X, dan UV memiliki panjang gelombang paling kecil namun dengan frekuensi dan energi yang paling besar. Dosis berlebih dapat merusak jaringan tubuh. Ini disebabkan karena foton pada ketiganya punya cukup energi untuk memecah ikatan kimiawi. Oleh karena itu mereka disebut sebagai radiasi pengionisasi, proses di mana elektron terpecah dari atom. Ini bisa dipakai untuk memproses kimia atau bisa merusak material dan jaringan hidup. Kerusakan yang merugikan sekaligus menguntungkan. Merugikan karena, pada skala sel, terkena radiasi ini dalam waktu lama dapat mengubah rantai DNA yang pada gilirannya sel akan bermutasi dan berubah menjadi kanker. Menguntungkan karena dengan energi sebesar ini dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tumor tanpa operasi terbuka yaitu dengan cara menembakkan sinar gamma ke sel yang abnormal.

Secara lebih detail, spektrum elektromagnetik dapat dijabarkan menjadi lebih rinci seperti gambar berikut ini.

Sumber: en.wikipedia.org

 


Kesimpulan

Dari yang telah kita baca bersama, radiasi yang dihasilkan dari gelombang radio, mikro, IR, hingga cahaya tampak tidaklah berbahaya karena foton pada rentang tersebut tidak memiliki energi yang cukup untuk mengionkan partikel yang terpapar olehnya. Selain itu, perangkat nirkabel juga bekerja menggunakan gelombang yang memiliki frekuensi rendah, yaitu antara 30 kHz hingga 300 GHz, cukup rendah untuk berlalu tanpa terlihat oleh mata. Bandingkan dengan cahaya tampak yang frekuensinya antara 430 THz (untuk warna merah) hingga 750 THz (untuk warna violet). Bahkan jaringan seluler menggunakan rentang yang lebih rendah, yaitu 450 MHz hingga 2000 MHz (umumnya 800 or 900 MHz).

Memang, daya yang dipancarkan ponsel sangat bervariasi dan tergolong tinggi khususnya ketika melakukan panggilan, meningkat hingga 2 W pada awal panggilan, lalu turun hingga 0,02 W selama kondisi stabil. Tapi tentu saja kebanyakan orang hampir tidak menggunakan ponsel untuk panggilan secara terus-menerus. Ini hanya contoh untuk skenario terburuk saja karena siapa pula yang menyimpan ponsel di kepala?

Jika radiasi ponsel memang sangat berbahaya bagi tubuh, lalu mengapa kita tidak pernah mendengar bahwa ada seseorang yang berubah menjadi Hulk hanya karena smartphone-nya? atau minimal, menderita kanker karena radiasi cahaya? Atau, seseorang telah menderita kanker karena terpapar cahaya matahari atau lampu kamar terlalu sering. Padahal cahaya adalah subset dari radiasi elektromagnetik, sama halnya dengan radiasi yang dihasilkan oleh ponsel. Bahkan cahaya mempunyai frekuensi yang lebih besar. Kalau terkena kanker karena cahaya matahari memang ada, tapi itu lebih disebabkan oleh ultraviolet.

Walaupun begitu, segala sesuatu yang berlebihan juga tidak akan baik. Walau sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan sacara kuat bahwa radiasi ponsel berbahaya bagi tubuh (mulai dari kerusakan otak, kanker, hingga kesuburan), boleh jadi radiasi ponsel tetap memiliki efek negatif namun dengan pengaruh sangat kecil dalam waktu yang lama.

Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang penelitian yang telah dilakukan serta hasilnya, situs ini mungkin akan membantu: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/radiation/cell-phones-fact-sheet

 


Bacaan Terkait

Mata manusia dapat melihat radiasi elektromagnetik dengan rentang tertentu saja (dan memang begitulah fungsi mata). Rentang ini disebut sebagai cahaya tampak. Tapi tahukan kamu kalau ada beberapa manusia di luar sana yang dapat melihat rentang lainnya (e.g. ultraviolet)? Kelainan ini disebut sebagai pengelihatan tetrakromatik, di mana tiap sudut ruang yang mereka lihat terasa lebih berwarna bagi kita. Selengkapnya bisa dibaca di: “Apakah Warna Biru yang Saya Lihat Sama dengan yang Kamu Lihat?“.

 


Referensi

https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20170922152628-445-243370/segalanya-tentang-sinar-ultraviolet/
https://en.wikipedia.org/wiki/Specific_absorption_rate
https://www.forbes.com/sites/niallmccarthy/2018/03/01/which-smartphones-emit-the-most-radiation-infographic/
https://www.fcc.gov/general/specific-absorption-rate-sar-cellular-telephones
https://science.nasa.gov/ems/12_gammarays
https://en.wikipedia.org/wiki/Radiation
https://www.digitaltrends.com/mobile/smartphone-bands-explained/
https://www.forbes.com/sites/quora/2018/02/02/the-truth-about-cell-phone-radiation/
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180419145656-185-292019/ponsel-china-punya-tingkat-radiasi-lebih-tinggi


Tinggalkan Balasan