Mengapa Jumlah Populasi Pria dan Wanita (Hampir) Selalu Seimbang?

Kredit: thoughtcatalog

Pernahkah kamu berfikir demikian? Atau, “Mengapa jumlah kelahiran antara bayi laki-laki dan perempuan cendrung seimbang?”

Pada dasarnya, mekanisme dalam penentuan jenis kelamin manusia adalah kromosom X dan Y. Wanita memiliki kromosom XX, sedangkan pria XY. Tiap manusia memiliki 46 kromosom, yang terdiri dari 22 pasang kromosom non-seks (autosom) dan 1 pasang kromosom seks (genosom). Autosom yang berjumlah 22 tersebut berada di tiap sel tubuh, sedangkan genosom X hanya berada di ovum dan sperma, serta Y hanya berada di sperma.

Tiap sperma dan ovum hanya memiliki satu buah kromosom. Ketika sperma membuahi ovum, kita akan memiliki pasangan kromosom XX atau XY dengan rasio 50:50. Hal ini disebabkan karena tiap kali sperma diproduksi, seluruh sperma tersebut terdiri dari 50% sperma yang membawa kromosom X dan 50% lainnya membawa kromosom Y. Itulah yang menyebabkan adanya kesetimbangan populasi antara wanita dan pria.

Jika kamu penasaran, berdasarkan Bank Dunia, jumlah populasi pria dan wanita per 2017 secara berturut-turut adalah 3,79 miliar dan 3,73 miliar. Sedikit lebih banyak pria dengan selisih 60 juta. Angka yang cukup kecil jika dibandingkan dengan total populasi manusia per 2017 yang berjumlah 7,53 miliar (hanya 0,007%). Ada 101 pria tiap 100 wanita.

By the way, kamu mungkin menyadari bahwa ada 10 juta orang yang ‘hilang’ jika angka-angka tersebut dijumlahkan. Saya tidak mengubah angka manapun. Ini mungkin hasil dari pembulatan yang dilakukan oleh sumber.


Tinggalkan Balasan