Pengenalan Dasar Adobe Photoshop

Ini adalah posting pertama dari seri posting Photoshop Fundamental.

Adobe Photoshop, atau lebih umum disebut Photoshop adalah sebuah perangkat lunak pengolah gambar berbasis bitmap yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Adobe System untuk sistem operasi Windows dan macOS. Perangkat lunak ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1988 oleh Thomas dan John Knoll. Semenjak itu, Photoshop secara de facto menjadi standar industri untuk pengolahan gambar berbasis bitmap (raster). Dapat kita lihat saat ini Photoshop telah menjadi pemimpin pasar dikalangan fotografer digital dan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan citra. Beberapa fitur kunci yang ditawarkan oleh Photoshop yaitu mendukung masks, multiple layer, pengomposisian alpha dan berbagai model warna seperti RGB, CMYK, Lab color model, spot color dan duotone.

Pada awalnya Photoshop hanya menamakan versinya berdasarkan pada nomor versi saja. Namun sejak versi 8 di tahun 2003, sekema penamaan versi mulai dinamakan dengan CS (creative suite). Versi 9 disebut dengan CS2, dan seterusnya hingga CS6. Mulai dari tahun 2014, skema penamaan diubah menjadi CC (creative cloud) yang diikuti dengan tahun target rilis. Saat posting ini diterbitkan, Photoshop telah mencapai versi CC 2017 yang dirilis pada bulan November 2016.

Area Kerja Photoshop

Mengenal area kerja merupakan langkah pertama dalam belajar Photoshop. Gambar di bawah ini adalah screenshot Photoshop yang biasa saya gunakan. Perlu diperhatikan bahwa elemen-elemen area kerja pada gambar tersebut dapat saja berbeda dengan Photoshop kamu. Ini diakibatkan karena perbedaan versi ataupun preferensi masing-masing pengguna.

1

By the way soal preferensi pengguna, kita sangat dibebaskan dalam mengkustomisasi area kerja Photoshop agar dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Misalnya saja kita bisa mengekspansi tools panel menjadi dua kolom dengan cara mengklik tombol panah di atas tools panel. Atau juga dapat meng-collapse panel kanan (layers, swatches, dsb) agar dapat area canvas yang lebih luas. Atau kita juga dapat membuat free-floated beberapa panel, atau bahkan diatur menjadi dua kolom. Jika kita membuka banyak file sekaligus, kita dapat menyusunnya ke berbagai canvas di berbagai lokasi. Apapun itu, sebagian besar elemen dapat dibuat menjadi tabbed, stacked, atau free-floated.

Namun pada dasarnya area kerja Photoshop memilki beberapa elemen utama (terutama untuk pengguna baru) sebagai berikut:

Canvas

Merupakan area putih yang dapat diedit di mana artwork kita ditampilkan.

Menu Bar

Di sini kita dapat menemukan semua fungsi yang terdapat di Photoshop serta mengatur preferensi mengenai pengaturan umum, model warna, ukuran canvas, filter, dsb.

Tools Panel

Panel ini terdiri dari berbagai tools yang dibutuhkan untuk membuat dan mengedit artwork kita, termasuk mengenai kontrol warna dan basic view. Tools yang terkait akan dikelompokkan ke satu icon yang ditandai dengan panah kecil yang ada di bawah kanan tiap tools. Klik kanan pada grouped tools tersebut untuk melihat daftar tools terkait.

Options Panel

Options panel Menampilkan opsi untuk tools yang sedang dipilih.

Layers Panel

Di sisi kanan area kerja terdapat banyak elemen yang disusun secara stacked dan tabbed. Salah satu elemen penting yaitu layers panel, berfungsi untuk mengelola semua layer dari artwork. Di sini kita juga bisa mengatur masking, clipping, dan sebagainya.

Tools

2

Dari gambar di atas, setidaknya ada 19 tools yang tersedia di Photoshop (dan belum termasuk tools yang disatukan di grup yang sama). Ada lebih banyak tools lainnya jika kamu mengklik tombol expand yang ada di bawah zoom tool. Tidak. Tidak perlu histeris dulu. Histerisnya bisa disimpan buat nanti saja. Cukup fokus ke tools yang ditandai dengan kotak merah. Itu adalah tools penting dan akan sangat sering digunakan, bahkan untuk membuat sebuah vexel art (kartunisasi) kita hanya membutuhkan pen dan brush tool (tentunya selain move, hand, dan zoom). Adapun fungsi untuk tiap tools tersebut sebagai berikut.

Move Tool (shortcut: v, ctrl)

Berfungsi untuk memindahkan sebuah objek di layer yang sedang aktif.

Quick Selection Tool (w)

Bersama dengan Magic Wand Tool, berfungsi untuk menyeleksi suatu area berdasarkan kemiripan warna yang dimiliki. Tingkat kemiripan warna dapat diatur di Option Bar dari 0 hingga 255.

Brush Tool (b)

Berfungsi untuk memberikan warna pada canvas dengan pola dan ukuran tertentu. Tingkat hardness dan opacity juga dapat kita sesuaikan.

Eraser Tool (e)

Untuk menghapus. Udah, itu aja.

Pen Tool (p)

Mirip seperti Quick Selection Tool, namun Pen Tool lebih bersifat free-form serta untuk penggunaan yang lebih luas. Kita juga dapat menggunakan Pen Tool untuk membuat berbagai shape.

Hand Tool (h, space bar)

Digunakan untuk menggeser canvas.

Zoom Tool (z, alt+mousewheel)

Digunakan untuk zoom-in atau zoom-out canvas.

Selain tools, kamu juga disarankan mengetahui shortcut tiap fungsi Photoshop agar jauh lebih efektif dan efisien karena dapat menghemat waktu pengerjaan. Shortcut paling vital untuk tools yaitu move (ctrl), hand (space bar), dan zoom (alt+mousewheel, atau ctrl+(-) untuk zoom-out dan ctrl+(=) untuk zoom-in). Tools apapun yang sedang kamu gunakan, menekan shortcut tersebut akan membuat kita langsung dialihkan ke ketiga tool tersebut. Itulah mengapa:

Kind of Keyboard

Untuk posting Photoshop Fundamental selanjutnya kita akan membahas mengenai manipulasi bentuk, penggunaan shortcut, layering, masking, dan tutorial cara menggunakan beberapa tools utama.


Tinggalkan Balasan