Dapatkah Kita Mengubah Orbit Bumi Jika Semua Manusia Melompat Secara Bersamaan?

Ini adalah pertanyaan klasik dan merupakan salah satu dari dua pertanyaan paling ‘iseng’ namun berbobot yang pernah saya ketahui (yang satunya adalah ‘Apakah kita akan selamat jika melompat di dalam lift yang jatuh bebas sesaat sebelum lift menyentuh tanah?’). Coba, kurang iseng apalagi dari pertanyaan seperti ini. Tapi, siapapun yang pertama melontarkan pertanyaan ini, you da real MVP, karena semua pasti berawal dari rasa ingin tahu, bukan?.

Pertanyaan ini akan saya ubah karena jika semua manusia di Bumi melakukannya, maka reaksi yang ditimbulkan akan merata. Jadi pertanyaannya adalah ‘Dapatkah Kita Mengubah Orbit Bumi Jika Semua Penduduk China Melompat Secara Bersamaan?’ Bukan bermaksud apa-apa, tapi semua tahu kalau China adalah negara dengan penduduk terpadat di dunia.

Jawaban cepatnya adalah tidak. Namun yang jelas, jasa pijat dan ahli patah tulang di seantero China akan kebanjiran order. Tidak perduli apakah cara mereka melompat dengan cara menaiki tempat tinggi terlebih dahulu atapun dengan cara biasa.

Jika kita berasumsi tiap orang memiliki berat badan 68 kilogram, dan dengan jumlah penduduk China mencapai 1,2 miliar, hantaman serempak ke permukaan Bumi ini sama dengan sumbangan energi sebesar 1,6 triliun joule atau setara dengan gempa bumi sebesar 5 SR. Gempa bumi semacam ini sering terjadi tiap tahunnya dengan rata-rata ratusan kali (untuk lebih besar dari 8 SR, rata-rata terjadi tiap 1,5 tahun sekali), dan tidak ada bukti bahwa gempa bumi dapat mengubah orbit bumi.

Bukan, bukan karena energi yang dihasilkan terlalu kecil. Gempa bumi atau lompatan serempak sebesar apapun tidak akan mengubah orbit bumi. Bumi mengitari matahari karena bumi memiliki sejumlah momentum, yang artinya bumi mempunyai massa dan kecepatan. Massa ini merupakan total massa yang dimiliki bumi, termasuk manusia yang menetap di bumi. Planet ini mengangkut apapun yang ada di atasnya karena bumi memiliki gravitasi. Kita semua membentuk sebuah sistem yang besar, satu paket massa, satu wahana ruang angkasa raksasa yang semua subsistem/komponen di dalamnya saling berhubungan. Ini dapat dianalogikan sebagai berikut: jika bumi adalah sebuah mobil, maka seluruh penduduk China adalah seorang penumpangnya. Siapapun tahu kalau penumpang tersebut tidak akan dapat mengubah kecepatan mobil dengan cara mendorong kaca depannya. Jadi ini tidaklah relevan.

Akan lebih relevan jika kita membahas mengenai Hukum ketiga Newton: “Setiap aksi selalu ada reaksi dengan besar yang sama namun dengan arah yang berlawanan”. Cobalah dorong dinding yang ada di dekatmu, maka dinding tersebut akan kembali mendorong tanganmu dengan besar yang sama namun dengan arah berlawanan. Jika tidak begini, tanganmu dapat menembus dinding tersebut. ketika penduduk China sukses mendarat, kaki mereka akan menyentuh tanah dan dengan waktu yang bersamaan tanah tersebut akan mendorong kaki mereka dengan arah berlawanan dan jumlah yang sama besar.

Disadur dari buku ‘Kalo Einstein Lagi Cukuran, Ngobrolin Apa Ya?’


Tinggalkan Balasan