Apakah Warna Biru yang Saya Lihat Sama dengan yang Kamu Lihat?

1034024ThinkstockPhotos-502878607780x390

Mungkin pertanyaan ini bisa disederhanakan menjadi ‘Apakah warna yang saya lihat sama persis dengan apa yang kamu lihat?’ atau ‘Apakah kita melihat dunia dengan warna yang sama?’ Misalnya saja langit yang berwarna biru. Apakah warna biru yang saya maksud sama dengan warna biru di matamu? Apa mungkin warna biru langit saat siang hari yang saya lihat akan berwarna kuning bagi kamu (ketika melihat ke dalam pengelihatan saya). Atau sebaliknya, biru yang kamu maksud merupakan warna merah bagi saya.

Apa itu Warna?

Sebelum membahas lebih jauh, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan warna. Warna adalah persepsi yang dirasakan oleh sistem visual manusia terhadap panjang gelombang tertentu di rentang spektrum elektromagnetik (dalam hal ini adalah cahaya tampak) yang dipantulkan oleh sebuah objek. Jadi gini, warna bukan berasal dari benda-benda yang kita lihat. Benda tersebut ‘memiliki’ warna karena memantulkan gelombang cahaya tertentu dan akhirnya masuk ke mata kita. Tiap materi penyusun benda memiliki ciri khas masing-masing dalam memantulkan dan menyerap gelombang cahaya. Misalnya daun yang cenderung memantulkan warna hijau dan menyerap semua warna selain hijau. Jadi bisa dibilang, daun yang kita anggap hijau itu sebenarnya bukan bewarna hijau, namun memiliki warna selain warna hijau. Lalu bagaimana dengan putih? Sebuah objek berwarna putih jika objek tersebut memantulkan semua warna ke mata kita. Jadi putih adalah perpaduan dari semua warna dengan proporsi seimbang.

Mengenal Gelombang Elektromagnetik

Pada paragraf di atas, saya sempat menyebut istilah ‘gelombang cahaya’. Istilah ini sebenarnya merujuk ke ‘gelombang cahaya tampak’ (atau visible) yang merupakan bagian dari spektrum elektromagnetik yang ada di antara ultraviolet dan infra merah. Jika diurutkan berdasarkan panjang gelombang, maka kita dapatkan:

Kredit: sites.google.com/site/chempendix/em-spectrum

 

Gelombang yang berada di rentang cahaya tampak (visible) tersebut adalah gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia. Ada beberapa spesies yang rentang pengelihatannya lebih luas, misalnya sebagian besar burung yang dapat melihat warna ultraviolet. Nah, definisi warna yang kita kenal itu berasal dari panjang gelombang yang ada di rentang tersebut. Sebagai contoh, warna merah itu adalah warna dari gelombang elektromagnetik yang panjang gelombangnya antara 620-750 nanometer. Jadi dari definisi itu, kita bisa ambil kesimpulan bahwa cahaya dengan panjang gelombang 621 nm misalnya, adalah warna merah. Begitu juga dengan yang panjang gelombangnya 622 nm, 623 nm, 623,1 nm, 623,11 nm, dan seterusnya. Rentang maksimal yang dapat dilihat manusia yaitu dari 380 hingga 780 nanometer.

Jumlah Warna dan Apa yang Membuat Kita Dapat Melihat Warna

Hingga titik ini kita dapat mengetahui bahwa jumlah warna yang mungkin adalah tidak berhingga karena sifatnya yang kontinyu (perbedaan angka di belakang koma, sekecil apapun itu, bisa kita anggap warna yang berbeda). Namun, tentu, mata kita tidak begitu sensitif karena perbedaan panjang gelombang sebesar 10 nm akan kita anggap sebagai warna yang sama. Makanya kita hanya mengenal akronim mejikuhibiniu ketika masih sekolah dasar dulu.

Kredit: Wikipedia

Kredit: Wikipedia

Terdapat sensor di mata kita yang bertanggung jawab terhadap warna yaitu sel kerucut yang berfungsi sebagai reseptor warna dan bekerja dengan baik pada kondisi cukup terang. Sel kerucut ini merupakan salah satu dari tiga sel fotoreseptor yang terdapat di retina dan berjumlah sekitar 4,5 juta sel. Mata manusia dikenal sebagai trikromatik karena memiliki tiga jenis sel kerucut sehingga manusia mampu membedakan tiga kanal warna berbeda. Masing-masing sel kerucut tersebut mengandung pigmen warna yang berbeda. Sel kerucut gelombang pendek (S) memiliki puncak sensitifitas pada warna biru, sel kerucut gelombang menengah (M) memiliki puncak sensitifitas pada warna hijau dan Sel kerucut gelombang panjang (L) memiliki puncak sensitifitas pada warna kuning-hijau.

Nah, warna yang kita lihat merupakan perpaduan dari sensifitas tiga jenis sel tersebut. Tiap orang memiliki sel kerucut dengan puncak sensifitas dan rentang yang berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan kita tidak melihat warna yang sama. Apa yang saya sebut biru di mata saya bisa saja biru tersebut memiliki intensitas yang lebih tua atau muda di mata orang lain. Hal ini akan sangat berbeda jika memiliki gangguan pada sel kerucutnya sehingga menderita buta warna sebagian ataupun total. Selain itu, ditemukan pula kasus di mana seseorang memiliki pengelihatan tetrakromatik (terdapat empat jeinis sel kerucut dan diperkiran hanya 1% manusia) sehingga dia dapat meilihat lebih banyak warna, seperti yang terjadi pada Concetta Antico. Kamu bisa lihat apa yang dia lihat di karyanya di sini. Tentu saja, itu hanya ilustrasi dan hanya mendekati. Karena bagaimana mungkin kita dapat melihat sesuatu yang tidak mungkin bisa kita lihat. Sama seperti menjelaskan apa itu warna kuning ke penyandang tuna netra sejak lahir.

Untuk orang-orang ini (tetrakromatik), kitalah yang buta warna karena hanya dapat melihat daun dengan warna hijau polosnya, sedangkan mereka dapat melihat warna magenta di pinggiran daun tersebut dan warna toska di bagian lainnya. Jadi, ketika memandang ke objek yang sama, mungkin saja kamu memiliki definisi yang sangat jauh berbeda tentang warna atau malah dapat melihat sesuatu yang tidak dapat saya lihat.

Kredit: Wikipedia

Perbedaan warna juga dapat dipengaruhi oleh adanya perbedaan definisi di sisi linguistik di berbagai budaya. Pernah dengar warna hijau langit? Kalau belum, coba tanyakan ke orang Minang. Karena hingga tahun 1970-an, apa yang disebut dengan biru belum dikenal luas di Minangkabau dan sebagai gantinya dinamakan dengan hijau langit. Ketiadaan ‘biru’ ini juga berlaku di orang Jawa pada zaman dulu. Yeah, what a wonderful Indonesia.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Electromagnetic_spectrum
https://id.wikipedia.org/wiki/Warna
https://id.wikipedia.org/wiki/Reseptor_warna


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *