Simulasi VANET Menggunakan SUMO dan NS2 (Part 4)

Ini merupakan bagian 4 dari 4 bagian posting mengenai simulasi VANET menggunakan SUMO dan NS2. Langkah sebelumnya dapat dilihat di sini. Bagian 4 menjelaskan tentang perancangan ITS (Integrated Transportation System) pada SUMO berupa perancangan lampu lalu lintas yang bersifat dinamis, yaitu dapat menyesuaikan durasi waktu suatu state berdasarkan selisih waktu tiap kendaraan yang lewat.

Terdapat dua file yang dimodifikasi, yaitu .net.xml (sebagai pendefinisi jaringan jalan) dan .rou.xml (sebagai pendifinisi jumlah, jenis, serta asal dan tujuan rute kendaraan)

Langkah 1: Merancang Lampu Lalu Lintas

Dikarenakan persimpangan yang dijadikan acuan tidak terdapat lampu lalu lintas, diperlukan langkah untuk membuatnya terlebih dahulu. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut.

1. Buka file .net.xml menggunakan text editor Gedit (nama file disesuaikan)

gedit map.net.xml

Algoritma dasar untuk menciptakan lampu lalu lintas (merujuk ke SUMO Wiki) yaitu:

<tlLogic id="0" programID="my_program" offset="0" type="static">
     <phase duration="30" state="grrr"/>
     <phase duration="5" state="yrrr"/>
     <phase duration="30" state="rgrr"/>
     <phase duration="5" state="ryrr"/>
     <phase duration="30" state="rrgr"/>
     <phase duration="5" state="rryr"/>
     <phase duration="30" state="rrrg"/>
     <phase duration="5" state="rrry"/>
</tlLogic>

Semua yang berkaitan dengan konfigurasi lampu lalu lintas diapit oleh tag tlLogic. Atribut penting yaitu: id yang harus sama dengan id dari persimpangan serta atribut type yang menunjukkan tipe statis, atau dinamis.

Untuk menambahkan fungsi dinamis pada lampu lalu lintas, kode tersebut diubah menjadi:

<tlLogic id="549740249" type="actuated" programID="0" offset="0">
     <param key="max-gap" value="3.1"/>
     <param key="detector-gap" value="3.0"/>
     <param key="show-detectors" value="true"/>
     <param key="file" value="NULL"/>
     <param key="freq" value="300"/>
     <param key="splitByType" value="false"/>

     <phase duration="15" minDur="10" maxDur="30" state="ggrr"/>
     <phase duration="3" minDur="3" maxDur="3" state="gyrr"/>
     <phase duration="15" minDur="10" maxDur="3" state="grgr"/>
     <phase duration="3" minDur="3" maxDur="3" state="gryr"/>
     <phase duration="15" minDur="10" maxDur="30" state="grrg"/>
     <phase duration="3" minDur="3" maxDur="3" state="grry"/>
</tlLogic>

Atribut id pada tag tlLogic disesuaikan dengan id dari persimpangan, dalam hal ini memiliki id=549740249. Lalu atribut type menjadi actuated yang berarti lampu lalu lintas akan dinamis berdasarkan selisih waktu kendaraan melewati detector. Pada tag param value max-gap berfungsi untuk menentukan seberapa besar selisih waktu antara kendaraan yang baru melewati detector dengan kendaraan di belakangnya. Value detector-gap berfungsi untuk menempatkan detector sejauh n waktu dari lampu lalu lintas. Waktu didapatkan berdasarkan kecepatan maksimal yang diperbolehkan pada jalan tersebut.

Terdapat enam fase yang masing-masing memiliki 4 linkIndex, yang berarti tiap karakter pada state mengatur traffic tiap link dari satu lajur ke lajur lainnya.

Langkah 2: Modifikasi rute mobil

Terdapat dua jenis kendaraan yang digunakan, dan salah satu di antaranya merupakan kendaraan jenis non-reguler yaitu emergency yang dilabeli dengan warna merah. Dari segi bentuk terdapat pula jenis lainnya yaitu van yang dilabeli dengan warna magenta. Potongan kode yang digunakan adalah sebagai berikut.

<routes xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:noNamespaceSchemaLocation="http://sumo.dlr.de/xsd/routes_file.xsd">
     <vType id="type1" maxSpeed="100" guiShape="passenger/van"/>
     <vType id="type0" vClass="emergency"/>

     <vehicle id="0" depart="0.00" color="1,0,0" type="type1">
          <route edges="381593914 -43542405#1 -43542785 -43542787 43542792"/>
     </vehicle>
     <vehicle id="1" depart="1.00">
          <route edges="-43542405#2 -381593914"/>
     </vehicle>
     <vehicle id="2" depart="2.00">
          <route edges="-43542405#2 -381593914"/>
     </vehicle>
     <vehicle id="4" depart="4.00">
          <route edges="381593914 -381593914"/>
     </vehicle>
     <vehicle id="6" depart="6.00">
          <route edges="-43542405#2 -381593914"/>
     </vehicle>
     <vehicle id="8" depart="8.00">
          <route edges="-43542405#2 -43542405#1 -43542785"/>
     </vehicle>
     <vehicle id="49" depart="9.01" color="1,0,1" type="type1" >
          <route edges="-43542405#2 -43542405#1 -43542785 -43542787 43542792"/>
     </vehicle>

Hasil Akhir

Berikut ini merupakan screenshot yang menggambarkan persimpangan.


   2 Comments


  1. Johnd841
      5 Oktober 2017

    Hello! This post could not be written any better! Reading through this post reminds me of my good eckefekceebk

  2. Pharmd5
      5 Oktober 2017

    Hello!sildenafil generic india

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *